Minggu, 16 Juni 2013

Go on go bury me with self righteousness

Prolog
kita-kira akhir tahun 2005 ketika saya berkomitmen untuk mengakhiri segalanya. hidup tanpa racun. berhenti menghisap asap rokok. berhenti mereguk alkohol. berhenti menghisap ganja yang biasa saya lakukan setiap harinya. alasan klise mengenai pencarian jatidiri pun terhentikan, kepada suatu kebulatan tekat yang teramat mendalam. dan segera akhiri semua pembodohan.
kenangan pada scene hardcore di waktu lampau pun turut menbantu, bagaimana sebuah spirit dari out of step - minor threat, force of change - strife, bahkan coffee mug - descendents begitu mendukung aksi revolusi diri bagi saya. dengan harapan dalam kehidupan kedepannya pun sy dapat bertemu dengan orang2 yang mungkin seperti saya.
waktu terus berjalan. karna hidup harus berlanjut. selalu belajar di universitas alam raya dengan dosen-dosen yang dapat berwujud manusia, kejadian, waktu, perkataan, bahkan copywriter pada papan billboard, bekerja untuk terus belajar menginvestasikan apapun itu namanya, lalu mencoba kembali lagi kuliah di bangku formal. (mengulas ingatan waktu demi waktu namun gamang sudah...)

saat itu saya selalu mengira saya adalah sendirian diantara beberapa orang-orang seumuran saya, karena banyak arena pertemanan yang saya tinggalkan. mereka kebanyakan selalu melemparkan perkataan yang menyudutkan saya, sebagai orang yang total munafik (nggak ngeroko abis makan kaya digebukin cina, nge-gigs nggak mabok ngapain mau jadi apa lo [teringat ketika nonton NOFX], nggak ngebugs/ngeganja nggak yoman ah, kejantanan dipertanyakan kalo nggak pernah ngewe', hari gini mana ada cowo yang berenti coli.... kshsiodhisdhexxx dll). namun saya harus bertahan... bahkan harus meninggalkan beberapa teman yang sangat adiktif/isenglah bercengkrama dengan racun dan memulai ideologi pertemanan yang baru. tak ada salahnya memulai segala sesuatu dari awal lagi. walaupun di awal-awal perubahan terkadang rindu menikmati sebungkus rokok kretek dikala hujan, menghisap ganja diatas genteng rumah, mereguk segala sesuatu yag berkadar %an alkohol. Bahkan suatu saat, ketika saat berjalan di supernmarket besar melihat botol2 berwarna-warni yang berkomposisi akohol sekian % namun saya hanya bisa menelan ludah saja.

...halusinasi negatif yang timbul seperti saat saya menderita paranoid pun bisa diatasi dengan melakukan kegiatan positif. Bahkan sesuatu yang sederhana seperti lari mengelilingi stadion senayan pun menjadi sesuatu yang nikmat, ketika keletihan dibayar oleh sebotol air mineral yang dingin dan kita dapat kebugaran di hari esoknya. bermain main dengan software ilustrator pun menjadi cukup mengasikan dikala insomnia melanda.
dan akhirnya seiring waktu terus berjalan ketemu juga dengan teman-teman baru yang sejalan, mungkin sama seperti saya. yang mana mereka selalu mengingatkan jangan pernah menyerah untuk terus berjuang menata hati, tak berpaling lagi kebelakang dan melakukan hal bodoh/sesuatu yang tidak sehat, melawan kemunafikan, still lives goodlife pokoknya.

Melihat Visual 'Rabbit in Your Headlights'
Pada akhir tahun 2007 pun saya direview pada sebuah gathering, oleh wira, salah seorang teman yang akhirnya berhasil menyatukan orang-orang yang berkeinginan berkehidupan baik/sehat yang dinamakan goodlife society (konsen mengkampanyekan no smoke-no drugs-no alcohol-no freesex-no littering), yang pada bulam maret 2012 telah diresmikan secara formal dan dihadiri 500 militan goodlife. kembali videoklip musik yang sangat memotivasi tersebut diunduh dari suatu situs, berjudul "Rabbit in Your Headlights" - radiohead feat UNKLE. saya cukup menyenangi Radiohead juga sejak lama... namun baru liat videoklip-nya kala itu, dan sangat antusias.

visual "Rabbit in Your Headlights" sangat menginspirasi, dan mengingatkan suatu keteguhan hati, bertahan dalam kondisi apapun, memperjuangkan apa yang kita yakini walau pun itu bagaikan melawan arus, berairmata & darah-darah, segala sesuatu yang tak semudah membalikan telapak tangan. revolusi diri untuk evolusi sosial.
"Rabbit in Your Headlights" turut membantu mengobarkan semangat setelah "Optimistic".
 









Analisis visual subjektif :
seseorang dengan jaket berkapucon yang berjalan di terowongan mengoceh nggak jelas seperti orang gila : ibarat kita yang menjalankan sebuah misi hidup yang bertentangan dengan orang lain atau bertentangan dari kehidupan yang biasanya sampai2 orang lain menganggap kita sudah gila. karna kehidupan ini sudah banyak salah faham. sesuatu yang baik/benar dianggap aneh, sesuatu yang salah/buruk di biasakan atau membiasakan yang salah.

ditabrak mobil yang pertama ia bangun agak lama : bagaikan cobaan/ujian dalam hidup yang besar datang kepada kita dan kita amat tak bisa menerima kenyataan sehingga lama dari sadarkan diri untuk bangkit kembali menjalani perjuangan hidup.

ada pengemudi mobil yang menanyakan ngapain jalan kaki /menawarkan tumpangan, namun ia tetap berjalan dan mengoceh tidak jelas : seperti godaan-godaan dalam kehidupan yang datang menawarkan sesuatu yang enak/menggiurkan namun bertentangan dengan komitmen kita dan kita harus tetap bertahan dengan keputusan kita.

tabrakan kedua ia sadar dan bangun kembali lebih cepat dari tabrakan pertama : artinya seseorang telah bertambah kuat apabila dapat menjalani ujian/cobaan berat dalam hidup. ibarat main game lulus level 1 lanjut level2.

ia melihat keatas dan di silaukan lampu, lalu ia menutup kapuconnya lebih kebawah agar tak melihat keatas. seperti filosofi solat secara universal: jangan melihat keatas tapi lihatlah kebawah. jangan melihat orang yang lebih kaya dari kita tapi lihatlah ada orang yang hidup dibawah kita, kalau terus mengikuti hawa nafsu tak akan ada habisnya.

ia di tabrak lagi, sudah beberapa kali di tabrak dari samping depan dan kini dari belakang kaki pun terlindas ban: telah banyak ujian dan cobaan yang menimpa dalam kehidupan dan kita tidak boleh menjadi lemah harus bertambah kuat dan bertambah pintar, jangan jera oleh rasa sakit.
memperjuangkan kebenaran dan kebaikan memang terkadang yang kita dapat adalah menyakitkan, cemooh, hinaan, dll yang tidak mengenakan.

Namun ia membuka jaket kapuconnya dan merentangkan tangan/menguatkan diri siap jika akan ada mobil yang menabraknya lagi. dan akhirnya mobil itu yang hancur ketika menabrak tubuhnya.:Ujian dan cobaan pasti akan membuat kita bertambah pintar dan kuat lebih kuat lagi dan lebih kuat lagi. itu yang ingin Tuhan sampaikan secara tersirat dari ujian dan cobaan didalam hidup ketika kita telah memutuskan ada di jalan yang lurus. Ia ingin terus tau seberapa konsistennya para manusia itu yang mendukung risalahnya. dengan cara itu lah Ia mendidik manusia agar terus belajar menjadi pintar.